HANYA DALAM PIKIRANNYA


Dalam pikirannya, lelaki itu adalah penjara bagi dirinya sendiri, sebuah ruang gelap tanpa pintu atau jendela, di mana bayangan-bayangan ketakutan dan rasa bersalah menari tanpa henti. Setiap percakapan dengan dirinya sendiri menjadi ajang penghukuman, di mana ia adalah hakim, jaksa, dan terdakwa sekaligus. Ia merasakan setiap kata yang tak diucapkan menumpuk menjadi beban yang tak terhingga, menggumpal seperti kabut tebal yang mencegah cahaya masuk. Segala hal yang seharusnya ia bagi, ia kubur dalam-dalam dengan sekop bernama keheningan, sementara pikirannya terus berputar, mencari jalan keluar yang tak pernah ada. Ia tidak lagi tahu mana yang lebih menyakitkan: perasaan hampa yang menggerogoti atau tekanan yang menghimpitnya dari segala arah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hingga Detik Terakhir Berdenyut- Sebuah Surat Cinta untuk Burnout

Sekali lagi artikel yang unik menjadi pemenangnya

ANTARA SELAT HORMUZ, WAYLAND UBUNTU 7, KEGAGALAN INVASI MONGOL DI TANAH JAWA, DAN KEKHAWATIRAN MINYAK DUNIA MENCAPAI 100 DOLAR

BERAPA BANYAK PELAUT YANG BISA NAHAN BUANG AIR KECIL SELAMA 19 JAM ?

OBSESI MEMBUAT ORANG PATAH HATI TERSENYUM

Google Hack Search Engine

JEJAK DIGITAL KITA YANG TERBUKA LEBAR

Kekuatan Tidak Datang dari Langit

Memaksakan diri menggunakan rute orang lain itu ibarat memakai sepatu ukuran orang lain

Ditempa Krisis, Dibentuk Perubahan