Postingan

Hingga Detik Terakhir Berdenyut- Sebuah Surat Cinta untuk Burnout

Gambar
Bahwa detak jantung kalian sebenarnya bukan memompa darah, melainkan menghitung mundur deadline ? Kita hidup di era di mana " istirahat dengan tenang " hanya dianggap valid jika status di Slack atau Teams sudah berubah menjadi offline permanen. Entah sejak kapan, memaksakan diri hingga titik darah penghabisan berubah dari sebuah tragedi menjadi sebuah medali kehormatan yang kita pamerkan di bio media sosial. Seni Menghamba pada Jam Pasir: Ketika Tanggung Jawab Menjadi Agama Baru Dedikasi tanpa henti itu seperti mencoba menguras samudra dengan sendok teh; melelahkan, sia-sia, tapi entah kenapa terlihat heroik di mata atasan. Kita seringkali terjebak dalam delusi bahwa dunia akan runtuh jika kita mengambil cuti sehari untuk sekadar bernapas tanpa bayang-bayang revisi. Fenomena " Hingga Detik Terakhir" ini menciptakan kasta baru dalam masyarakat: manusia-manusia yang lebih takut baterai laptopnya habis daripada sisa umurnya sendiri. Kita berkompetisi untuk menjadi ya...

Seni Menjadi Orang yang Selalu Ada

Gambar
Seperti sedang menumpang kapal pesiar mewah yang mesinnya keren, nakhodanya vokal, tapi kompasnya dibuang ke laut karena dianggap 'terlalu administratif' ? Itulah rasanya berada di sebuah proyek modern. Semua orang sibuk berlari ke arah yang berbeda, saling menabrak, lalu tiba-tiba terdiam dan bertanya dengan nada putus asa: " Eh, kemarin kita sepakat apa, ya? ". Di saat itulah, semua mata tertuju pada satu orang—sosok pendiam di pojok ruangan yang entah bagaimana punya screenshot percakapan dari tiga bulan lalu yang terkubur di bawah tumpukan revisi ke-14. Panduan Menjadi Perpustakaan Berjalan di Tengah Kekacauan Proyek Menjadi " orang yang selalu ada " bukanlah sebuah pilihan karier yang dicantumkan dalam brosur universitas, melainkan sebuah nasib yang diterima karena keadaan. Di saat para ahli teknis sibuk berdebat tentang algoritma dan manajer sibuk memoles presentasi, ada kita—penjaga ingatan kolektif yang tahu persis di folder mana dokumen ' Final...

Panduan Menanam Masalah, Cara Efektif Mengubur Konflik Agar Tumbuh Menjadi Bencana Masa Depan

Gambar
Dalam sebuah pertemuan yang begitu tenang (baca: tegang ) sampai-sampai suara AC pun terdengar seperti intimidasi, lalu tiba-tiba seseorang berkata, " Ya sudah, yang penting kita semua satu visi ya ," dan semua orang bubar dengan senyum dipaksakan? Baru saja kita menyaksikan prosesi penguburan masalah hidup-hidup. Kita sering keliru menganggap bahwa hilangnya suara teriakan berarti masalah sudah selesai. Padahal, mengakhiri konflik tanpa menyelesaikan akar masalah itu ibarat mematikan alarm kebakaran saat ruangan masih penuh asap; suaranya memang hilang, tapi kalian tetap akan terpanggang. Seni Berjabat Tangan di Atas Bom Waktu: Mengapa Kita Hobi Mengakhiri Konflik Tanpa Solusi Kita hidup di budaya yang memuja " keharmonisan " di atas segalanya. Begitu ada perbedaan pendapat sedikit saja, departemen HR atau manajer yang panik akan segera datang membawa bendera putih, meminta kita saling memaafkan seolah-olah kita baru saja berebut mainan di taman kanak-kanak. Akibat...