Marketing di Atas Luka: Seni Memanfaatkan Musibah Menjadi Cuan.
Kita semua tahu bahwa algoritma media sosial itu kejam, tapi ternyata manusia bisa jauh lebih " satset ". Baru-baru ini di Threads, ada sebuah curhatan melankolis tentang seseorang yang kena tilang dan terpaksa "bayar di tempat" dengan uang 150 ribu yang harusnya buat beli kebutuhan pokok. Di tengah suasana berduka atas ketidak berdayaan pemilik dompet tersebut, muncul satu komentar yang awalnya terasa seperti empati: menyayangkan kejadiannya, lalu—tanpa transisi berarti—langsung banting setir jualan tas harga seratus ribuan lengkap dengan link affiliate. Sebuah manuver marketing yang begitu halus sekaligus kasar di saat yang bersamaan. Uang Tilang vs. Tas Baru: Saat Empati Kalah Cepat dari Link Affiliate. Kejadian ini membuktikan bahwa ilmu " bridging " atau jembatan konten di Indonesia sudah mencapai level yang mengkhawatirkan sekaligus mengagumkan. Si penjual tidak peduli apakah Anda sedang ditilang, putus cinta, atau kena musibah; selama ada angka ya...