Postingan

Recent Posts

Marketing di Atas Luka: Seni Memanfaatkan Musibah Menjadi Cuan.

Gambar
Kita semua tahu bahwa algoritma media sosial itu kejam, tapi ternyata manusia bisa jauh lebih " satset ". Baru-baru ini di Threads, ada sebuah curhatan melankolis tentang seseorang yang kena tilang dan terpaksa "bayar di tempat" dengan uang 150 ribu yang harusnya buat beli kebutuhan pokok.  Di tengah suasana  berduka atas ketidak berdayaan pemilik dompet tersebut, muncul satu komentar yang awalnya terasa seperti empati: menyayangkan kejadiannya, lalu—tanpa transisi berarti—langsung banting setir jualan tas harga seratus ribuan lengkap dengan link affiliate. Sebuah manuver marketing yang begitu halus sekaligus kasar di saat yang bersamaan. Uang Tilang vs. Tas Baru: Saat Empati Kalah Cepat dari Link Affiliate. Kejadian ini membuktikan bahwa ilmu " bridging " atau jembatan konten di Indonesia sudah mencapai level yang mengkhawatirkan sekaligus mengagumkan. Si penjual tidak peduli apakah Anda sedang ditilang, putus cinta, atau kena musibah; selama ada angka ya...

Alasan Kenapa Serial Suits Tetap Relevan (dan Keren) untuk Ditonton Saat Ini.

Gambar
Seringkali kita menghindari tontonan bertema hukum karena takut pusing dengan istilah teknis yang membosankan. Namun, Suits membuktikan bahwa drama di dalam kantor pengacara bisa jauh lebih seru daripada film aksi sekalipun. Setelah mengikuti hingga Season 6, saya sadar bahwa ini bukan sekadar cerita tentang memenangkan kasus di pengadilan, melainkan tentang bagaimana manusia mengelola ambisi, menjaga rahasia besar, dan bertahan di lingkungan yang sangat kompetitif. Daya tarik utamanya terletak pada dinamika antar karakternya. Kita akan melihat bagaimana kecerdasan murni bertemu dengan pengalaman berkelas. Setiap episode memberikan pelajaran berharga tentang cara berkomunikasi yang efektif, pentingnya kepercayaan, dan bagaimana tetap tenang saat berada di bawah tekanan. Menonton serial ini rasanya seperti mendapatkan kursus singkat tentang problem solving dan taktik negosiasi yang bisa kita terapkan di bidang pekerjaan apa pun. Hal yang membuat saya betah menonton adalah naskahnya yang...

Mau sampai kapan menjadi penonton sombong ?

Gambar
Sering kali muncul pertanyaan sederhana tapi nyelekit : sebenarnya susah atau malas sih mulai belajar teknologi? Banyak yang bilang ingin bisa, takut tertinggal, bahkan mengklaim "cemen!!" atau “ini mah nggak sulit.” Tapi anehnya, semua itu berhenti di level omongan. Begitu harus buka dokumentasi, coba-coba error, atau mikir agak dalam, mendadak mager level final boss .!! Di titik ini, masalahnya bukan di teknologinya, tapi di gengsi—yang kadang setinggi gunung Ciremai—seolah belajar dari nol itu aib, bukan proses. makan tuh gengsi !!! Ingin Terlihat Uptodate tapi Mager Belajar: Gengsi Tinggi di Era Teknologi Ngebut Ironisnya, kemauan untuk terlihat “ up-to-date ” justru sering berbanding terbalik dengan usaha nyata. Label paham teknologi ditempel sendiri, padahal praktiknya nihil. Gadget makin canggih, spek makin dewa, tapi pemakaiannya cuma mentok di scrolling media sosial, ketawa di kolom komentar, atau debat kusir yang nggak nambah skill apa pun. Kalau mentok saat mulai b...