ILUSI PELAYANAN PUBLIK DI BALIK CENTANG BIRU MEDIA SOSIAL
Katanya kita sudah masuk era industri 4.0, tapi entah kenapa menghubungi instansi pemerintah rasanya masih seperti mengirim pesan botol di tengah samudra—penuh harapan tapi minim kepastian. Coba saja iseng telepon nomor resmi mereka. Nada sambung yang monoton itu akan menghantui telinga kalian sampai pulsa habis, tanpa ada satu pun manusia yang sudi mengangkat. Kalaupun beruntung, kalian akan disambut oleh suara mesin otomatis dengan pilihan menu yang lebih rumit daripada soal kalkulus. Tekan satu untuk ini, tekan dua untuk itu, lalu akhirnya diputus sepihak karena "petugas sedang sibuk". Lucu. Sibuk apa? Sibuk pura-pura tidak dengar dering telepon? Pindah ke media sosial, situasinya tidak jauh lebih baik. Akun dengan centang biru itu isinya cuma foto-foto seremonial pejabat potong pita atau ucapan selamat hari besar yang desainnya masih pakai font tahun 90-an. Coba kalian tanya lewat Direct Message atau komentar. Sepi. Sunyi. Padahal statusnya online . Sekalinya ada jawaba...