Postingan

ORANG BAIK YANG MENYEBALKAN

Gambar
Kenyataannya.. Ada tipe orang yang baik. Orang yang tidak pelit, sangat "peduli" dengan orang lain, selalu berusaha untuk menjadi "rumah" untuk orang lain, dan selalu berusaha memberikan waktunya kepada orang lain.  Padahal "atapnya" sendiri pun rapuh bahkan mungkin mulai roboh. Biasanya selalu ketemu dengan orang dengan orang yang tidak akan bisa menghargai dia. Bahkan dia akan cenderung terus dimanfaatkan. Tapi karena baginya, seolah telah menemukan zona "kenyamanannya" yang selama ini dia cari. Dia akan terus "berada" di sana.  Padahal tidak sekali dia sendiri dengan sadar mengatakan bahwa dia juga pernah kecewa, tapi tetap saja tidak merubah pendiriannya untuk terus berusaha menjadi "jalan keluar" bagi siapa saja. Tipe orang seperti ini adalah orang baik yang menyebalkan.

Di mana ada sebuah pertanyaan

Gambar
Setiap orang punya masa lalu yang tidak begitu nyaman untuk dibicarakan. Mungkin tidak mudah dilupakan, dan tidak mungkin terlupakan. Katanya masa lalu menjadi pembelajaran untuk ke masa depan. Salah satu dasar untuk mengambil keputusan di masa sekarang dan ke depan.  Masa lalu yang indah tentu pula setiap orang punya. Terlalu indah sehingga terlintas merasa merindukan akan hal yang sudah berlalu. Ada yang berani andaikan bisa bertukar tempat dan waktu dengan masa lalu. Kenangan indah ingin terulang kembali dan kesalahan lama ingin diperbaiki. Ada juga yang tidak berani untuk sekedar berandai-andai.  Jika harus memilih antara masa lalu yang baik dengan masa sekarang yang kurang nyaman, akan tetap memilih masa sekarang. Meski masa sekarang tidak seperti yang direncakan bahkan kurang merasa nyaman.  Di mana ada sebuah pertanyaan yang menunggu keputusan awal, apakah harus dijawab atau dibiarkan tersirat tanpa harus menunggu sebuah jawaaban... Karena kembali lagi kepada kenyataan, yang sud

JANJI TINGGAL, JANJI

Gambar
Semua orang mudah percaya, meski baru saja bertemu. Setidaknya saat memulai pembicaraan, saling bertanya. Di situ sudah ada kepercayaan untuk mendengarkan. Merangkul resiko yang untuk mendengarkan. "Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun, karena yang tulus menyayangimu tidak membutuhkan. Dan bahkan yang membencimu tidak mempercayainya," Kata-kata seseorang yang bijak. Banyak orang bicara bahwa percaya kepada orang lain tidak bisa diberikan keseluruhannya. Padahal sudah jelas percaya tidak bisa diberikan setengah-setengah. Hitam atau putih, sesederhana itu. Tidak ada wilayah abu-abu. Percaya atau tidak percaya.  Boleh saja percaya pada kemampuannya bukan pada orangnya.  Percaya engga ? Janji tinggal janji.