MENGAPA KUAT ITU MELELAHKAN, JADI JANGAN PUJI KETABAHANKU, SAYA HANYA TIDAK PUNYA PILIHAN LAIN
Kelihatannya kita perlu meluruskan satu hal: berhenti memuja-muja kekuatan seolah itu adalah pilihan. Orang-orang sering bilang kalau " hancur " adalah tanda kamu kurang tangguh atau kurang ibadah, padahal kenyataannya seringkali sebaliknya. Kamu hancur bukan karena kamu ringkih seperti kerupuk yang kena air, tapi karena kamu sudah menjadi tiang penyangga beban yang terlalu berat untuk waktu yang terlalu lama. Besi pun ada titik lelahnya—namanya fatigue . Jadi, berhenti merasa bersalah karena akhirnya kamu retak juga. Kita sering terjebak dalam narasi heroik tentang " survivor " yang seolah-olah punya cadangan kekuatan magis di dalam dadanya. Padahal, kalau kita mau jujur di depan kopi yang sudah dingin ini, banyak dari kita bertahan bukan karena kita punya mental baja. Kita bertahan karena kita tidak punya pilihan lain. Sederhana saja. Tidak ada tombol pause, tidak ada pintu keluar darurat, dan dunia tidak akan berhenti berputar hanya karena kamu ingin menangis di...