Postingan

Seni Merasa Berdosa: Mengapa Kita Takut Rehat Tanpa Notifikasi?

Gambar
Kita semua pasti punya satu teman (atau mungkin itu Anda sendiri) yang merasa berdosa kalau duduk diam selama lima menit tanpa membuka aplikasi to-do list. Di dunia yang memuja kesibukan ini, "istirahat" sering kali dianggap sebagai kegagalan sistem, bukan kebutuhan biologis. Kita terjebak dalam perlombaan lari di tempat, di mana medali emasnya adalah lingkaran hitam di bawah mata dan status WhatsApp yang bunyinya: " Work hard, play later "—padahal " later "-nya tidak pernah datang karena kita terlalu sibuk membalas email jam dua pagi. Coba perhatikan tren hustle culture di media sosial. Orang-orang bangga memamerkan kopi kelima mereka sebelum jam makan siang seolah-olah kafein adalah bahan bakar roket menuju kesuksesan abadi. Padahal, sering kali kita hanya melakukan performative work ; sibuk terlihat sibuk demi validasi algoritma, sementara fokus utama kita sebenarnya sudah menguap sejak notifikasi diskon belanja online muncul di layar. Analoginya sepe...

Seni Menjadi "Finisher": Karena Ide Tanpa Eksekusi Hanyalah Halusinasi

Gambar
Mari kita jujur sejenak: memulai sesuatu itu gampang, tapi menyelesaikannya adalah olahraga ekstrem bagi mental kita. Kita semua pernah berada di fase di mana semangat membara di awal—beli sepatu lari baru, langganan kursus online, atau bikin draf tulisan—hanya untuk membiarkannya berdebu karena terdistraksi oleh video kucing di internet atau sekadar "kehilangan momentum". Menuntaskan apa yang dimulai bukan cuma soal manajemen waktu, tapi soal keras kepala melawan rasa bosan yang pasti datang saat euforia awal sudah menguap. Di media sosial, kita sering melihat orang memamerkan _day 1_ atau proses persiapan yang estetis, tapi jarang ada yang memposting foto lelah saat membereskan sisa-sisa proyek yang membosankan di hari ke-30. Fenomena ini menciptakan ilusi bahwa kesuksesan adalah soal ide cemerlang, padahal kenyataannya, kesuksesan adalah tumpukan pekerjaan remeh yang berhasil diselesaikan tanpa penonton. Menjadi produktif bukan berarti punya seribu rencana, tapi tentang me...

Stop Wishing, Start Creating: Karena Keajaiban Nggak Datang dari Wishlist Shopee.

Gambar
Kita semua pasti punya satu teman (atau mungkin kaca di kamar mandi) yang hobi banget bilang, "Duh, pengen deh bikin konten kayak gitu," atau "Andai gue punya waktu buat mulai bisnis itu." Masalahnya, semesta nggak bekerja pakai sistem wishlist. Menunggu inspirasi datang sambil rebahan dan scrolling video motivasi itu ibarat nunggu tukang paket datang padahal kita nggak pesen apa-apa; nihil hasilnya, cuma bikin pegel leher doang. Stop Wishing, Start Creating : Karena Keajaiban Nggak Datang dari Wishlist Shopee. Fenomena "pengen tapi nggak jalan" ini sudah jadi penyakit kronis di era digital. Kita terlalu sibuk mengkurasi ide di kepala supaya kelihatan sempurna, padahal di luar sana, orang-orang yang kita anggap 'kurang kompeten' justru sudah mulai duluan hanya karena mereka nggak kakehan mikir. Lucu ya, kita lebih takut dikritik atas karya yang belum ada, daripada merasa malu karena cuma jadi penonton setia di balik layar yang kerjaannya cuma kasih...