NARSISME INTELEKTUAL, MENGHANGATKAN DUNIA LALU SEMBUNYI
Dunia maya kita hari ini adalah panggung sandiwara paling lucu, tempat para "pejuang keadilan sosial" alias social warrior nangkring dengan kosa kata yang dipoles sedemikian rupa agar terlihat intelek. Mereka bicara soal kemanusiaan, progresivitas, dan perubahan besar dengan nada yang menggebu-gebu, seolah-olah dunia bakal kiamat kalau tulisan mereka tidak dibaca. Permainan katanya ciamik, retorikanya kelas tinggi, dan keyakinannya? Jangan ditanya. Sudah setebal tembok Berlin. Mereka merasa sedang mempersembahkan sebuah mahakarya pemikiran yang harusnya masuk museum, bukan sekadar lewat di timeline yang fana ini. Tapi, ada satu anomali yang menggelitik. Setelah melempar " bom " opini yang katanya paling benar sedunia, mereka langsung buru-buru menutup pintu. Ya, kolom komentar dibatasi atau malah dimatikan total. Takut? Mungkin. Atau mereka hanya merasa bahwa pikiran "suci" mereka tidak boleh dinodai oleh komentar orang-orang biasa yang dianggap tidak se...