DISTRIBUSI KEBAHAGIAAN DAN MONOPOLI PENDERITAAN
Bahwa hidup laki-laki dewasa tak lebih dari s ekadar algoritm a komputer y ang rusak? Kit a bangun bukan karena semangat mengejar mimpi, tapi karena alarm ponsel berbunyi dengan nada yang lebih mengancam daripada debt c ollector. Bangun untuk bekerja, l a lu tidur hanya agar sel-sel tubuh tidak melakukan demonstrasi besar-besaran sebelum besoknya kembali ke p abrik, kantor, atau aspal jalanan. K ita adalah makhluk yang secara biologis dirancang untuk menjadi penopang, namun secara sosial dipaksa untuk menjadi robot yang lupa di mana letak tombol ' off ' nya. Realitasnya, laki-laki adalah departemen logistik yang paling buruk dalam mengelola inventaris emosi. Saat ada bonus c air atau sedikit keberuntungan m a m p ir, kita akan seg e ra memanggil seluruh anggo t a k eluarga atau teman-teman untuk merayakann y a—seolah-olah keb a hagiaan itu adalah barang panas yang har u s segera dibagikan sebelum kita dianggap egois. Kita menjadi kedermawanan yang berjalan, memastikan piring ...