Postingan

PRIMETIME DRAMA-CEPTION

Gambar
Kita hidup di era di mana batasan antara krisi nyata dan akting demi validasi seudah separah filter instagram yang mengaburkan pori-pori. Di kantor terjebak dalam intrik yang lebih sengit dari Game Of Thrones , sementara di rumah tidak ada metafora yang tepat untuk menggambarkan suasana. Salah bicara menjadi pihak yang bersalah. Kita lelah bukan karena pekerjaannya, tapi karena haru sterus menerus mengkurasi reaksi wajah agar sesuai dengan espektasi drama yang sedang diputar. Drama kantor biasanya punya pola terbaca, ada yang melempar issue masalah dan kemudian serta merta mendadak menjadi tim problem solver. Atau atasan membuat urgensi palsu, seolah sebuah komet akan menabrak bumi jika revisi penawaran harga tidak segera dikirim dalam 20 menit ke depan. Selanjutnya, saat kita pulang ke rumah seolah kita pulang mencari suaka, kita justru disambut oleh "session ke-2" . Rasa bersalah diproduksi massal seperti barang pabrikan, kita dibuat merasa berdosa hanya karena bernafas ter...

MULTIVERSE OF DELUSION- KETIKA PURA-PURA LUPA BERTEMU THE TRUMAN SHOW

Gambar
Bayangkan sebuah sirkus di mana kalian adalah direkturnya, badutnya, sekaligus penonton yang paling keras protesnya. Semua terhubung ternyata. Kita mulai dengan pura-pura tidak tahu (strategi lari dari beban), lalu saat semuanya berantakan kita melakukan sabotase diri (agar punya alasan untuk gagal), dan ketika hancur total, kita menurup dengan narasi The Truman Show -bahwa semua ini adalah konspirasi semesta dan kita adalah korban yang paling rapuh di dunia. relate ? mungkin, bisa jadi sangat relatable. Karena jauh lebih mudah merasa " dikerjai takdir " daripada mengakui bahwa kita sendiri yang memegang remote kontrolnya sejak awal. Hubungan antara " pura-pura lupa " dan " merasa dunia melawan kita " itu sedekat nadi. Ketika seseorang terus menerus berbohong dan kembali ke " settingan awal" , mereka sebenarnya sedang membangun panggung sandiwara mereka sendiri. Saat kebohongan itu mulai runtuh, mereka tidak akan bilang "saya salah" , t...

MENGAPA KATA BERUBAH ADALAH JEDA IKLAN SEMATA

Gambar
Merasa sedang berbicara dengan seekor  goldfish yang baru saja menjalani prosedur lobotomi . Sudah dikirim email, menelepon, meninggalkan pesan suara, bahkan mungkin sinyal asap dan sandi morse dan tanda smapur , namun saat dikonfirmasi lawan bicara kalian hanya menatap dengan mata kosong yang murni tanpa dosa sambil berucap. " Hah, emang iya ? ". Ini bukan sekedar masalah daya ingat yang buruk; ini adalah sebuah bentuk seni pertunjukan tingkat tinggi di mana seseorang memilih untuk menjadi bebal secara sukarela demi menghindari sesuatu yang bernama tanggung jawab. Resep awet muda; pura-pura lupa agar tidak perlu tanggung jawab. Fenomena " pura-pura tidak tahu " ini biasanya hanyalah gerbang pembuka dari sebuah sirkus kebohongan yang lebih megah. Begitu, mereka terpojok oleh bukti digital (seperti hari skrinsut yang di simpan dengan rapi di folder 'bukti dosa' ), mereka tidak akan menyerah. Sebaliknya, mereka akan membangun manara kartu kebohongan baru unt...