BUKAN HANYA SEKEDAR TO-DO-LIST
Semua adalah pecandu masa depan yang buruk. Bangun pagi, hal pertama yang dipikirkan bukan rasa dinginnya lantai atau aroma kopi yang baru diseduh, tapi daftar to-do list yang sudah mengantre untuk mencekik leher. Kita berlari seolah-olah hidup adalah perlombaan lari cepat, padahal sejatinya kita cuma tikus di atas roda putar yang tidak ke mana-mana. Obsesi pada " apa selanjutnya " telah mengubah kita menjadi mesin yang kehilangan fungsi sensoriknya sendiri. Garis finis itu fana. Kita terlalu sering membayangkan bahwa kebahagiaan adalah sebuah paket yang menunggu di ujung pencapaian—entah itu promosi jabatan, saldo tabungan dengan nol yang berderet, atau pernikahan yang estetik. Masalahnya, begitu sampai di sana, kita cuma butuh lima menit untuk merasa puas sebelum otak kita yang rakus ini bertanya lagi: " Oke, terus sekarang apa? " Dan siklus penyiksaan diri ini pun dimulai kembali dari nol . Mari jujur sedikit. Kapan terakhir kali kamu benar-benar merasakan air h...