Jika merasa hidup ini sudah terlalu tenang, paru-paru penuh dengan oksigen, dan kuota internet terlalu melimpah sehingga kalian memutuskan untuk membuang semuanya demi meyakinkan seseorang bernama '@user12345' bahwa pendapatnya salah ? Ada dorongan adrenalin yang aneh saat kita membalas komentar dari akun tanpa foto profil yang baru lahir 30 hari lalu -sebuah entitas digital yang eksistensinya lebih rapih daripada kerupuk kaleng tapi punya kepercayaan diri setingkat filsuf Yunani. Kita terjun ke arena tanpa menyadari bahwa lawan kita mungkin hanyalah sebuah algoritma atau seseorang yang sedang mengetik sambil makan gorengan di kamar gelap, sementara kita sudah menyiapkan sitasi ilmiah seolah-olah sedang mempertahankan disertasi di depan penguji maut.
Sejujutnya, berdebat dengan akun anonim berumur sebulan adalah ujian nyali yang salah alamat. Ini adalah bentuk investasi waktu dengan return on investment (ROI) yang jauh lebih buruk daripada membeli saham perusahaan yang sudah pailit. Kalian mengeluarkan argumen yang disusun dengan keringat dan air mata, hanya untuk dibalas dengan "wkwkw, baper ya?" atau "cie kepanasan" di titik ini, kalian bukan lagi sedang bertukar pikiran, melainkan sedang donor energi kepada seseorang yang bahkan tidak memiliki identitas visual. Akun-akun ini adalah hantu digital; mereka tidak punya reputasi untuk dijaga, tidak punya wajah untuk dimalukan, dan yang paling mengerikan, mereka punya waktu luang yang tidak terbatas -seuatu yang jelas tidak kalian miliki jika kalian masih punya pekerjaan atau kehidupan sosial yang normal.
Memenangkan debat di internet melawanakun anonim itu ibarat memenangkan lomba lari di dalam mimpi, kalian merasa hebat tapi saat bangun, kalian masih di tempat yang sama dan nafas kalian masih tersengal-sengal tanpa alasan.
Mungkin lainkali, saat jempol sudah gatal ingin mengetik balasan pedas, tanykan kepada diri sendiri; apakah harga diri kita semurah harga kuota yang kita bakar untuk orang yang bahkan tidak berani menunjukan hidungnya ?
Atau mungkin, membiarkan mereka menang dalam kebodohannya adalah bentuk kemenangan tertinggi yang bisa kita raih tanpa perlu kehilangan ketenangan batin. lagipula, bukankah diam itu emas, terutama saat emas itu bisa kita simpan untuk memberli paket internet yang lebih berguna ?