JANJI TINGGAL, JANJI


Semua orang mudah percaya, meski baru saja bertemu. Setidaknya saat memulai pembicaraan, saling bertanya. Di situ sudah ada kepercayaan untuk mendengarkan. Merangkul resiko yang untuk mendengarkan.
"Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun, karena yang tulus menyayangimu tidak membutuhkan. Dan bahkan yang membencimu tidak mempercayainya," Kata-kata seseorang yang bijak.
Banyak orang bicara bahwa percaya kepada orang lain tidak bisa diberikan keseluruhannya. Padahal sudah jelas percaya tidak bisa diberikan setengah-setengah. Hitam atau putih, sesederhana itu. Tidak ada wilayah abu-abu. Percaya atau tidak percaya. 

Boleh saja percaya pada kemampuannya bukan pada orangnya. 
Percaya engga ? Janji tinggal janji.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekali lagi artikel yang unik menjadi pemenangnya

Hingga Detik Terakhir Berdenyut- Sebuah Surat Cinta untuk Burnout

MENTAL BAJA BUKAN BERHENTI MENJADI MANUSIA

Google Hack Search Engine

ANTARA SELAT HORMUZ, WAYLAND UBUNTU 7, KEGAGALAN INVASI MONGOL DI TANAH JAWA, DAN KEKHAWATIRAN MINYAK DUNIA MENCAPAI 100 DOLAR

BERAPA BANYAK PELAUT YANG BISA NAHAN BUANG AIR KECIL SELAMA 19 JAM ?

OBSESI MEMBUAT ORANG PATAH HATI TERSENYUM

MENGAKUI DOSA PADA KETULUSAN, BUTUH KEBERANIAN SEBESAR APA ?

JEJAK DIGITAL KITA YANG TERBUKA LEBAR

Kekuatan Tidak Datang dari Langit