Cuma Sedikit Putus Harapan

Semalam, terjadi pertengkaran. Hanya berawal dari hal yg tidak pernah aku pikirkan sebelumnya. Sungguh merupakan kesalahan yang teramat lampau, dan sudah kulayangkan sepotong kata ma`af dalam konteks kesungguhan. Hanya saja tidak kupikirkan jika ma`af itu masih belum cukup. Sehingga tawa dan canda yang selama ini bersemai di antara kami terasa semu dan hambar. Apakah seorang pendosa tidak mempunyai harapan untuk membangun kembali kepercayaannya yang ternoda ? Menjadi kemelut yang tersendiri dalam keangkuhannya gelap malam. Haruskah kuucapkan kembali beberapa lembar ma`af itu ? Ataukah harus kulakukan lebih pengorbanan, yang aku sendiri tidak tahu sejauh mana semua ini berlaku kepadanya ? Duduk dan bersimpuh. Kemudian tenggelam dalam diam..

!-Selamat menunaikan Ibadah Bulan Ramadhan, untuk semua yg pernah tersakiti, saya mohon ma`af sebesar-besarnya. Baik itu yg disengaja maupun yg tidak disengaja. Semoga dalam Bulan Ramadhan tahun ini, kita bisa menjalankannya dengan hati yg bersih dan niat yang tulus karena-Nya
-Amien

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hingga Detik Terakhir Berdenyut- Sebuah Surat Cinta untuk Burnout

Sekali lagi artikel yang unik menjadi pemenangnya

MENTAL BAJA BUKAN BERHENTI MENJADI MANUSIA

Google Hack Search Engine

ANTARA SELAT HORMUZ, WAYLAND UBUNTU 7, KEGAGALAN INVASI MONGOL DI TANAH JAWA, DAN KEKHAWATIRAN MINYAK DUNIA MENCAPAI 100 DOLAR

BERAPA BANYAK PELAUT YANG BISA NAHAN BUANG AIR KECIL SELAMA 19 JAM ?

OBSESI MEMBUAT ORANG PATAH HATI TERSENYUM

MENGAKUI DOSA PADA KETULUSAN, BUTUH KEBERANIAN SEBESAR APA ?

JEJAK DIGITAL KITA YANG TERBUKA LEBAR

Kekuatan Tidak Datang dari Langit