Artikel Terbaru

Home » » Dari pagi..

Dari pagi..

Posted by Mang Udung Gaya on 24 Januari 2006

Hari ini si demplon resmi sudah bisa meluncur di jalanan Kota Bandung. ( baca juga; lagi??: Oh mamah.. Oh papah.. Oh demplon-kuh..) meski sempet mogok di depan SMP 19. Karena tenaganya sudah kembali normal tekanan dari mesin sangat kuat, sehingga ring baud kompressor-nya loncat alias mecleng! Sambil nongkrong depan wartel pura-pura benerin mesin padahal pengetahuan soal mesin apa lagi mesin vespa nol gede.. hehehehe.. Sebelum parkir di sini udung udah telpon montir handalan, mr. Agus aka Blih.

*brb* 5 menit

Barusan si Iteung (bini udung) telpon nanyain situasi, hehehehe... ceritanya gini. Hari ini rencana mo ke Unpad trus ke DepTan lanjut ke DinKes dan terakhir ke kantor pos Sadang Serang, ngapain ? lowongan CPNS di lingkungan Pemkot sama PemProv ternyata Iteung tertarik, semalaman ngumpulin berkas-berkasnya. Ya, sayang aja S1 Tehnik Pangan dan Gizi-nya kalau tidak dipergunakan. :D yah... bisa juga untuk nambah-nambah income. Tidak berharap banyak sih, orang sunda bilang "a-alungan" atau coba-coba mengadu keberuntungan mendaftar sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil.

Dari 4 tempat yg dikunjungi bersama si demplon, cuman 1 yg berbendera hijau. Ternyata di Unpad "katanya" penerimaan untuk posisi Dosen, sedangkan untuk posisi lainnya yg minimal SMU/sederajat untuk salah satu syaratnya, Iteung tidak berminat untuk mengirimkan Ijasah S1-nya. mmmhh.. Ya engga papa, udung seh engga maksa. Keinginan dia sendiri, dia bilang ingin ada kegiatan lain selain ngurus rumah + anak (cieee..)

ya sutralah, selepas dari Kantor Pos si demplon mendadak mogok diawali dengan bunyi letusan seperti suara petasan. Tidak jauh dari lokasi kejadian ada Koramil, jangan-jangan disangka petasan beneran neh.. Si demplon langsung ngadat, coba dihidupin masih tetep "keukeuh". Air muka Iteung sudah kemerahan, bukan karena malu -karena langsung tersorot sinar matahari. Ya, panas banget. Jacket kulit yg dikenakan udung sudah mulai terasa hangat berpeluh *ugh*. Sambil mendorong si demplon, udung lihat kiri-kanan, maksudnya nyari wartel gicu loch!

Jarak dari tempat kejadian mogok menuju wartel tidak jauh-jauh banget kok, sekitar 100 meter. Yg bikin repot tuh ya body si demplon ini mempunyai bobot lebih dari 5 karung beras 25 kiloan. Iteung ngikutin dari belakang, hehehehehe *tragis ceritanya* Ada 2 bengkel motor terlewati sepanjang jalan itu, ck ck ck buka usaha yg sama dengan pemilik yang berbeda hanya berjarak 10 meter, terhalangi 1 rumah ? hehehehe... bisa aja! Beberapa pasang mata dari arah bengkel tersebut terus mengikuti, dari bengkel yg pertama mungkin heran, "kok motor mogok engga belok ke sini yach ?" nah dari bengkel yg kedua engga kalah herman (baca: heran)-nya "kok kaga belok ke sini yach ? malah masuk ke butik?" Iteung ternyata malah lirik2 busana Muslim yang ada di etalase butik khusus Muslim. Sementata udung sudah kepayahan menjangkau wartel terdekat. Untungnya yg jaga wartel baek, memperbolehkan udung parkir dan bongkar Dop mesin si demplon.

Sampe warnet jam 10:45 WIB, mana udah panas lagi, Iteung sudah di suruh pulang duluan semenjak dari wartel tadi. Soalnya takut Ade bangun engga ada ibu-nya bisa ngadat2 dia. Sekarang si Demplon udah jalan lagi, ring baud udah ganti dengan yg baru, mengkilap lagi! :P tenaganya mantabs! pada jalanan menanjak lepas Babakan Siliwangi memasuki pertigaan Gandok menuju jl Cihampelas, si Demplon mantabs berlari pada posisi gear 4. Padahal ada angkot di depan jalannya malu-malu.

O iyah, satu hal yg sayang kalau dilewati;
kemarin pagi sekitar jam 06:15 WIB, udung seperti biasa sedang asik ngacak-ngacak Acer TravelMate. Iteung bolak-balik ke dapur angetin makan pagi. Ade masih tidur, malamnya tidur jam 11:45 WIB. Jadi tampak kelelahan sekali, tidak lama Iteung nyalain tipi, duduk di belakang udung. Tiba-tiba ada suara kecil," buu..... bu...." Ade bangun. "Yaaa... ada apa..." Iteung menjawab sambil memalingkan wajah ke arah suara. "Buu... Satu.. satu... aku sayang ibu, duaaa... duaa... juga sayang ayaahh..." Ade langsung bernyayi. Udung pikir "ngalindur" eh.. engga tuh, dia malah bangun terus duduk. "Bu.. mau mimi putih" Udung ama Iteung tertawa, ada saja tingkahnya. Bangun tidur langsung ngajak nyanyi.

Ini adalah kenikmatan sebagai orang tua, khususnya udung .. duh.. sebagai Ayah. keren dikit boleh dunk. Kehadiran Ade diantara udung dan Iteung ada rasa tersendiri dalam keseharian *cieeee wit wiw!* Udung engga mau dianggap sebagai orang tua yang pengen enak bikin anak doank. Bayangkan kehadiran mahluk hidup mungil yang nantinya menjadi tempat bernaung (kalo udah tua...) Kemudian tumbuh besar dan berbicara. Mempunyai keinginan, kemampuan tertawa, menangis, dan marah. Terkadang dari sudut inilah beberapa pasangan orang tua tidak menyadari Berkah yang Tuhan berikan. Titipan Tuhan inilah bekal masa depan orang tua. Udung jadi inget kata-kata penceramah di TV, "Hanya do'a anak yang berbakti kepada orang tuanya yg bisa menolong mengurangi beban dosa orang tuanya di alam kubur." (kurang lebih seperti itu).

Dengan banyaknya kasus kekerasan terhadap anak dibawah umur, udung merasa prihatin. Orang tua mana yg tega mencelakakan anak kandungnya sendiri, tuh... lihat saja di media masa. Di jaman edan sekarang ini banyak anak dan bayi berakhir hidupnya di tangan orang tuanya. Mulai dari pembakaran (kasus Lintar 2th) kemudian kaki anak perempuan yg disetrika oleh ayah kandungnya sendiri, Siraman air mendidih oleh ibu kandungnya terhadap anak perempuan, sehingga anggota badan bagian pangkal pahanya melepuh !!! Kasus pemerkosaan oleh paman tirinya, dan diakhiri hidupnya oleh ibu tirinya..!! ada apa ini ?!

*udung langsung brenti ngetik, masih bingung ini diposting jangan yach ? isinya ngawur, engga fokus. topik melantur... engga apa-apa dech, blog udung ini kok!, hehehehehe....*

Chop Suey!
Wake up,
Grab a brush and put a little (makeup),
Grab a brush and put a little,
Hide the scars to fade away the (shakeup)
Hide the scars to fade away the,
Why'd you leave the keys upon the table?
Here you go create another fable

You wanted to,
Grab a brush and put a little makeup,
You wanted to,
Hide the scars to fade away the shakeup,
You wanted to,
Why'd you leave the keys upon the table,
You wanted to,

I don't think you trust,
In, my, self righteous suicide,
I, cry, when angels deserve to die, Die,

Wake up,
Grab a brush and put a little (makeup),
Grab a brush and put a little,
Hide the scars to fade away the (shakeup)
Hide the scars to fade away the,
Why'd you leave the keys upon the table?
Here you go create another fable

You wanted to,
Grab a brush and put a little makeup,
You wanted to,
Hide the scars to fade away the shakeup,
You wanted to,
Why'd you leave the keys upon the table,
You wanted to,

I don't think you trust,
In, my, self righteous suicide,
I, cry, when angels deserve to die
In my, self righteous suicide,
I, cry, when angels deserve to die

Father, Father, Father, Father,
Father/ Into your hands/I/commend my spirit,
Father, into your hands,

Why have you forsaken me,
In your eyes forsaken me,
In your thoughts forsaken me,
In your heart forsaken, me oh,

Trust in my self righteous suicide,
I, cry, when angels deserve to die,
In my self righteous suicide,
I, cry, when angels deserve to die.

from:
http://www.systemofadownonline.com/lyrics/0206.htm

Thanks for reading & sharing Mang Udung Gaya

Previous
« Prev Post

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts