Home » » VesPacholic DadaKan?

VesPacholic DadaKan?

Posted by Mang Udung Gaya on 26 Juli 2005

Orang bilang punya motor vespa itu ribet. Bentar-bentar mogok, bentar-bentar tali kopling putus. Padahal sama saja dengan jenis motor lainnya. 2 hari kemarin motor kakak ipar patah sockbreaker belakang sebelah kanan, sebagai catatan katanya jenis bebek "smash" ini bukan dibeli second. Dan memang penyakitnya kalo engga patah ya pecah. Sama halnya dengan motor lainnya, mungkin selain dari body yang bohay motor Vespa butuh oli samping untuk campuran bensinnya. Sedangkan motor lain cman butuh oli mesin doank, itu pun maksimal 3 bulan sekali gantinya.

Para orang tua (maksudnya yg udah berumur kepala 4 ke atas) sebagian udah malas dengan jenis vespa super, yang memang agak berbeda "ngurus"-nya dibanding dengan jenis PX. Jenis PX sebagian udah otomatis apalagi dengan kelengkapan lampu sign dan starter elektiknya, makin mudah untuk start. Engga perlu capek olahraga engkol tiap hari.

Jaman sekarang makin antik motornya makin mahal harganya dan makin tinggi pula kebanggan bagi penggunanya, apalagi dengan keadaan mulus body tanpa cacat dan mulus mesin tanpa keseringan mogok. (soalnya mogok bagi vespa sepertinya sudah hal yang tidak perlu dibahas lagi :P) Yang paling diminati adalah Original Style, maksudnya dengan tampilan orisinil vespa ketika pertama keluaran dari pabrik. Beberapa pemilik vespa ada yang menyukai Costume Style.


Original Style tampilan classic dengan gaya classic.
Memang tidak mudah untuk mendapatkan barang orisinil, apalagi dengan vespa. Meski cuman handle rem atau handle kopling asalkan bener-bener orisinil. Salah satu kakak dengan vespa super th 64-nya terpasang spakbor depan orisinil, bangga sekali. Dan memang dari tampilannya juga sudah beda, meski ada yang bukan lokal tapi "bikinan" India tetap saja bawaannya beda.

Sering "googling" hanya untuk mendapatkan gambar-gambar vespa bule yang masih orisinil dengan tampilan yang sudah aduhai. Bener membakar hati dan mambuat sirik. Beberapa gambar jadi panduan untuk "memoles" ada juga yang sempat berkirim email hanya untuk menanyakan tahun keluaran dan keadaaan mesin.

Ternyata di luar negeri juga masih banyak penggemar vespa, beberapa club tertentu mempunyai alamat website club mereka. meskipun dirubah menjadi costume style, tetap mereka tidak menghilangkan ciri khas vespa-nya itu sendiri.

Sempat terkejut dengan salah satu vespa di luar sana yang laku sampai USD $1950 (sekitar 18jt!) padahal di Indonesia paling mahal untuk vespa jenis Super 150 tahun 73 sekitar 2,5 s/d 3jt. Dari tampilannya engga beda jauh dengan vespa milik sendiri.

Untuk tahun 64 vespa super punya adik saja baru sampai 3jt. Pasaran tidak akan lebih dari 4jt-an. Btw, untuk vespa terbarunya harganya sampai 30jt! serba elektronik ramping, cman sayang agak pendek.

Hobi baru sekarang bongkar-bongkar motor, meski engga mogok minimal belaja untuk "membaca" kondisi motor. Sampai sejauh ini cman satu yang masih belum berani bongkar pasang, yaitu bagian mesin. Yah minimal bisa bongkar doank, urusan pasang paling minta sama Kang Agus. Hehehhe..

Costume Style = kurang modal ? ataukah tidak ada skill ?
Dari semua vespa dengan model costume style, engga ada satupun yang membuat kagum. Gimana engga ? rata-rata yang pernah saya lihat tampilan costume style di bandung menjadi terlihat radikal. Ada yang mirip dengan harley, tumpukkan batang-batang besi disusun dengan tidak begitu rapihnya, sehingga mirip "kawat berduri dengan 1000 kali pembesaran" belum lagi suara yang bising tidak jauh berbeda dengan suara mesin bor kilang minyak. Itu gara-gara knalpot yang dibikin dari batang besi doank atau dengan knalpot jenis motor lain berujung pipih. Bisa menghasilkan suara yang "WALAH!!"

Ada juga yang dibuat sangat ceper sayap kiri dan kanan dipotong, terlihat makin ramping, belum lagi dop mesin yang dibuka sengaja biar "daleman" mesin penuh oli jelas nampak.

Ada juga yang costume style-nya rapih, mungkin dengan modal cukup dan skill yang menunjang vespa costume yang satu ini malah tampak makin "lucu". Yah lucu, kiyut, funny... terpasang selusin lampu di depan, tambahan "rice cooker" (kotak tempat barang untuk motor yang dipasang di belakang) belum lagi sulapan tape mobil yang tersimpan rapih, plus beberapa speaker dan softwoofer.

Semprotan airbrush membuat tampilan makin ramai dan penuh, standar berujung cakar elang, atau lampu depan dengan aksesories tengkorak. Spakbor depan dengan puma kecil sedang melompat atau kepala burung rajawali. Ada juga ditambah dengan klakson bersuara tidak jauh beda dengan terompet tahun baru.

Beberapa hari lalu sempat membaca tabloid "Scooter News", salah seorang anggota club vespa berhasil "meng-kawin-kan" vespanya dengan gaya harley, jadilah jenis mutan baru, HarVes alias Harley Vespa. Body memanjang dengan stang khas harley menjulang. Sehingga pengendaranya jika menggunakan "YouCanSee" akan merasa sejuk, karena bulu ketek berkibar terkena hembusan angin.

Gathering

Paling asik kalau sudah berkumpul pada satu acara, meski bukan anggota salah satu club vespa. Berbagai jenis tampilan/tahun keluaran/modif vespa berkumpul di satu tempat, rasanya tidak ada yang paling seru untuk urusan vespa ini selain gathering kirab keliling kota.

Bulan depan akan diadakan Kirab Vespa untuk umum, maksudnya selain anggota club vespa pemilik vespa boleh mengikuti kirab ini. Rencananya akan diadakan seusai upacara 17 Agustus. Bayangkan, tidak dari kota ini saja, kota-kota di sekitar akan ikut bergabung pada moment ini.

Acara ini sudah merupakan agenda tahunan Pemda Jabar, tunggu saja pasti bakalan muncul liputannya.

!skip
beberapa hari engga blogwalking, tetep ada yg masih mau mampir di sini. thx guys!
Back

Thanks for reading & sharing Mang Udung Gaya

Previous
« Prev Post

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts