Stop Wishing, Start Creating: Karena Keajaiban Nggak Datang dari Wishlist Shopee.
Kita semua pasti punya satu teman (atau mungkin kaca di kamar mandi) yang hobi banget bilang, "Duh, pengen deh bikin konten kayak gitu," atau "Andai gue punya waktu buat mulai bisnis itu." Masalahnya, semesta nggak bekerja pakai sistem wishlist. Menunggu inspirasi datang sambil rebahan dan scrolling video motivasi itu ibarat nunggu tukang paket datang padahal kita nggak pesen apa-apa; nihil hasilnya, cuma bikin pegel leher doang.
Stop Wishing, Start Creating: Karena Keajaiban Nggak Datang dari Wishlist Shopee.
Fenomena "pengen tapi nggak jalan" ini sudah jadi penyakit kronis di era digital. Kita terlalu sibuk mengkurasi ide di kepala supaya kelihatan sempurna, padahal di luar sana, orang-orang yang kita anggap 'kurang kompeten' justru sudah mulai duluan hanya karena mereka nggak kakehan mikir. Lucu ya, kita lebih takut dikritik atas karya yang belum ada, daripada merasa malu karena cuma jadi penonton setia di balik layar yang kerjaannya cuma kasih jempol ke keberhasilan orang lain.
Manifestasi Itu Bagus, Tapi Eksekusi Jauh Lebih Manis.
Mulai saja dulu dengan kualitas yang mungkin masih 'berantakan'. Nggak perlu nunggu punya kamera mahal atau studio kedap suara kalau tujuan utamanya cuma buat pamer progres. Ingat, satu coretan buruk di atas kertas jauh lebih berharga daripada satu mahakarya yang cuma tertimbun di lipatan otak. Lagipula, kegagalan di awal itu lumrah; yang nggak lumrah adalah merasa sudah gagal padahal belum pernah mencoba sama sekali.
Seni Berhenti Jadi Penonton Hidup Sendiri dan Mulai Bikin Sesuatu.
Jadi, mau sampai kapan memelihara angan-angan tanpa aksi? Berhenti jadi kolektor niat dan mulailah jadi kreator. Dunia sudah terlalu penuh dengan kritikus dan pemimpi; jadilah sedikit berbeda dengan cara benar-benar melakukan sesuatu.
Apa sih hambatan paling konyol yang sering menunda mulai sesuatu? ✌
Komentar
Posting Komentar
Hatur nuhun...