Membedakan Antara Benar-Benar Kerja atau Cuma Sibuk Cari Perhatian.

 

Kita semua pasti punya satu teman di media sosial yang setiap kali mau mengerjakan sesuatu, dramanya lebih panjang daripada hasil kerjanya. Dari foto kopi estetik, tumpukan buku yang entah dibaca atau tidak, sampai caption motivasi yang diambil dari hasil pencarian Google tercepat. Inilah fenomena di mana "aksi" berubah menjadi "distraksi"—sebuah upaya keras untuk terlihat sibuk yang justru memakan waktu produktivitas itu sendiri. Kita terjebak dalam delusi bahwa dengan memberi tahu dunia kita sedang beraksi, maka pekerjaan tersebut otomatis akan selesai dengan sendirinya.

Seni Bergerak Tanpa Berisik: Saat Aksi Menjadi Solusi, Bukan Sekadar Polusi Visual.


Padahal, aksi sejati itu sifatnya fungsional, bukan dekoratif. Bayangkan kamu sedang lari pagi; aksi adalah saat kakimu menghantam aspal dan keringat bercucuran, sementara distraksi adalah saat kamu berhenti setiap 500 meter hanya untuk memilih filter foto yang membuat wajahmu tetap terlihat "glow up" meski megap-megap. Masalahnya, standar sosial kita mulai bergeser ke arah performatif. Kita lebih takut dianggap tidak bekerja daripada benar-benar tidak bekerja. Sudut pandang uniknya adalah: semakin sedikit kamu merasa perlu memamerkan prosesmu, biasanya semakin dalam fokus yang sedang kamu bangun.

Action vs Distraction: Membedakan Antara Benar-Benar Kerja atau Cuma Sibuk Cari Perhatian.


Realitasnya, dunia tidak butuh tahu setiap langkah kecil yang kita ambil, mereka hanya butuh melihat dampak yang kita berikan. Melakukan aksi tanpa menjadikannya distraksi berarti kita menghargai substansi di atas eksistensi. Ini bukan soal menjadi antisosial, tapi soal menjaga integritas kerja agar tidak hancur oleh keinginan haus validasi dalam bentuk likes atau komentar "semangat ya!". Lagipula, bukankah jauh lebih memuaskan muncul secara tiba-tiba dengan hasil yang nyata daripada sibuk berisik tapi hasilnya nihil?

Misi Diam-Diam: Mengapa Produktivitas Sejati Tidak Perlu 'Update Story' Setiap Lima Menit.


Jadi, coba cek lagi daftar tugasmu hari ini. Berapa banyak yang benar-benar kamu kerjakan, dan berapa banyak yang cuma kamu jadikan konten agar kelihatan sibuk? Jangan-jangan, distraksi terbesarmu adalah usahamu sendiri untuk terlihat produktif di mata orang lain. 

Komentar

Last 30 Days

6 APLIKASI AUDIO ANALIZER GRATISAN VERSI ANDROID !

Satu Tombol yang Tidak Ditekan: Tentang Keputusan Kecil dan Tanggung Jawab Moral

Ditempa Krisis, Dibentuk Perubahan