Seekor lebah masuk ke ruang kerja saya. Ia hinggap di sebuah miniatur Vespa merah di atas meja—benda kecil yang sebenarnya adalah sebuah pemantik api. Mahluk mungil berbulu halus ini bisa terbang, berbadan hitam serta sebagian lagi berwarna kuning/oren-hitam. Matanya jelas terlihat bulat hitam kecil mengkilap. Asik bertengger di posisi stand miniatur vespa merah, tidak bergerak sama sekali, perlahan dan tidak sadar saya seperti sedang saling pandang dan memperhatikan satu sama lain. Saya pernah tersengat lebah di jempol kaki sebelah kanan, bengkak, nyeri, dan butuh hampir seminggu untuk pulih. Trauma fisik itu nyata, tapi tidak sampai tahap mental breakdown (apaan sih ?), dan secara naluriah tubuh saya bersiap untuk mode bertahan. kalimat yang menurut saya lucu hari ini, adalah: "jempol kaki disengat lebah", kisah tragis itu lain kali saya ceritakan. Saya Bisa Membunuh Lebah Itu—Tapi Memilih Tidak: Tentang Kuasa, Moral, dan Tombol yang Mudah Ditekan Lalu saya mengambil raket...
kpn ya adekku wisuda...hehehe
BalasHapus