Artikel Terbaru

Home » » Kartu - kartu PraBayar

Kartu - kartu PraBayar

Posted by Mang Udung Gaya on 05 Juni 2007

Perbedaan yang menonjol antara kartu pra bayar dan kartu pasca bayar adalah cara pembayarannya, apa lagi ? pra bayar ; bayar dulu lalu pakai, dan pasca bayar ; pakai dulu lalu dibayar. Sekarang ini yang lebih populer adalah kartu pra bayar dan diperkirakan menguasai 90 persen pengguna seluler di tanah air, meski dalam penggunaannya sudah tidak sepraktis dulu dalam urusan registrasi dan aktifasi, kartu pra bayar tetap menjadi idola kawula pengguna “henpon”.
Kini bermunculan operator – operator selular baru yang “tandang” dan siap tanding untuk mendapatkan pelanggan sebanyak-banyaknya. Berbagai macam media iklan yang umum dan tidak umum pun digelar, dari media televisi, radio, dan media cetak seperti pada majalah, koran, pamflet bahkan sampai pada aksesories lampu lalu lintas di jalanan pun jadi. Sempat beberapa hari lalu saya pernah menemui beberapa orang di jalanan ; dengan tubuh yang dilumuri warna – warna mencolok, ada yang memakai egrang sambil bernyanyi lagu-lagu yang diplesetkan sesuai dengan moto kartu selular yang mereka promosikan, saya pikir belum tentu mereka rela bertelanjang dada, capek-capek teriak-teriak bersaing dengan pengamen jalanan, mereka pula orang yang sama menggunakan kartu selular yang mereka promosikan. pusing kan ? sama, saya juga- jangankan yang baca, yang nulisnya saja sampai saat ini masih bingung..

Gimana tidak seluruh perusahaan operator kartu pra bayar, sudah benar-benar banting-banting harga yang justru malah membuat public bingung.. (pokoknya tuh harga diclaim murah sekali, mengingat nge-bantingnya keseringan… padahal nantinya biaya murah atau “low cost” menjadi relatif.. hayoo..)
Dengan kata lain, perang iklan sesama operator selular makin memanas, menclaim pasang tarif termurah. Tarif murah merupakan salah satu bagian fasilitas terfavorite mengingat di tanah air tercinta ini urusan ekonomis masih mendapat perhatian yang cukup besar, jangankan di negara Indonesia yang masih betah dibilang negara miskin, di negara maju saja urusan ekonomis bagian yang dominan untuk urusan belanja. Secara bersamaan nyadar atau tidak, malu-malu atau tidak tahu malu serta secara terang-terangan operator kartu prabayar menggunakan media iklan untuk menjatuhkan sesama operator kartu lainnya, sambil menaikan promosi produk sendiri dan menginjak-injak produk lain.
Coba kalau acara Citra adhi Pariwara masih sering diadakan, mungkin jenis iklan yang menjatuhkan iklan produk lainnya akan mendapat kategori khusus, Iklan Dengan Kategori “Ngajak Perang”. Kalau ada yang penasaran Citra adhi Pariwara itu apa, ini adalah penghargaan bagi iklan produk yang sering nongol di tipi.
Balik lagi soal tarif paling murah, masing-masing operator memberikan tarif yang beraneka ragam, mulai dari Rp. 5,-/detik, ada yang Rp. 50,-/menit dan yang paling seru lagi ada yang berani pasang tarif sampai Rp. 1.000/jam ! ini benar-benar terobosan mutakhir bagi para penggosip via telepon, layanan ini sangat membantu para gosyipers membangun jaringan menyebarkan bab-bab pergosyipan yang makin memanas. Nah loh.. bukannya sinis man..
Rp. 1.000,-/jam sangat mengiurkan apalagi tarif ini kalau diperhitungan lebih cermat lagi lebih murah dari percakapan menggunakan telepon lokal ke nomor lokal juga, bagaimana tidak fantastis, tul kan ? nah kendalanya yang pernah saya alami adalah kok sering putus- putus yach ? dan satu hal lagi, hitungannya masih belum saya fahami, untuk Rp. 1.000,-/jam dimulai pada hitungan menit ke berapa jika sudah mencapai Rp. 250,- ? misalnya.. berapa rupiah pada hitungan menit ke lima ? hitungan menit ke enam ? atau kah pada hitungan pertama langsung kena charge Rp. 1.000,- hingga jam berikutnya ?? jika kondisi tidak memungkinkan misalkan tiba-tiba terputus ditengah jalan ? hitungannya bagaimana ? sedangkan penggunaannya belum pernah mencapai waktu 60 menit alias 1 jam penuh!
Disinilah masyarakat penggunakan selular sudah waktunya lebih jeli dan hati-hati menanggapi berbagai iklan kartu selular, apakah yang mereka katakan itu sesuai dengan kenyataan ? triknya mudah sekali, coba perhatikan tulisan kecilnya. Tulisan kecilnya ? yah.. tulisan kecilnya, biasanya pada iklan-iklan ada tulisan kecilnya yang biasa memuat aturan sebenarnya dan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Kenapa kecil tulisannya,… yaaa mene kete hee !! mungkin itu maksudnya dari perkataan…” jangan sampai terjebak iklan..”
Semua operator selular menerapkan tarif termurah mereka jika koneksi antar pengguna kartu selular yang sama, nah jika menghubungi kartu selular jaringan kartu lain ujung-ujungnya mahal juga. Karena koneksi tersebut terjadi sambungan interkoneksi yang dikenai biaya struktur tarif. Makin pusing ternyata..? Belum lagi dipusingkan dengan istilah-istilah yang aneh-aneh, seperti; peak time, peak off, tarif flat, tarif on-net, tarif weekend, air time, roaming cost dan lain-lainnya.
Ada operator yang menawarkan tarif murahnya tidak berdasarkan harga dasarnya, tapi dengan memaksimalkan kapasitas jariangan yang tidak terpakai pada waktu tertentu; ya.. penggunaan di malam hari. Nah yang satu ini bisa angat murah sekali bahkan sampai tidak dikenai biaya alias gretongan. Di luar jam tersebut Ya biayanya kembali ke norml. Bayangankan hari gini masih ada yang gretongan.. waduhhh… mau bangett !! begitu kira-kira reaksi kalau saya kalau jadi anak perempuan abg yang biaya penggunaan selularnya lebih besar daripada iuran SPP sebulan di sekolah. Hanya sayang…. Mau bicara dengan siapa malam-malam beginu (begini dan begitu mxd-nya) ngomongin bisnis ? bisnis apaan ? paling enak tuh jam 23:59 sampai jam 05:59 dipakai untuk dengerin acara pagelaran wayang !!
Jadi bisa saya simpulkan untuk masyarakat pengguna selular agar lebih bijak untuk memilih operator selular jangan karena berdasarkan tarif murah, tapi gunakan yang benar-benar cocok untuk penggunaannya –kenali diri anda sendiri, menggunakan selular sesuai dengan kebutuhannya. Tidak cukup hanya karena murah saja, geto loch! Dan untuk operator selular supaya membuat iklannya yang biasa-biasa saja, jangan terlalu muluk-muluk dan mohon tulisan-tulisannya yang dibuat kecil-kecil agar diperbesar sedikit dan diberi jeda waktu untuk bisa dibaca dan dimengerti… yu !?
Ada beberapa tips sederhana yang bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk panduan membeli kartu selular khususnya prabayar… pertama akan digunakan untuk apa kartu ini ? apakah hanya untuk gaya-gayaan ? (mungkin hampir 90% mengucap iya ?!) ataukah untuk bisnisan ? seperti yang saya tulis tadi, jarang ada bisnisan yang memakai koneksi selular di malam hari antara tengah malam sampai menjelang subuh.. jelas untuk bisnisan tidak mungkin memakai selular yang memberikan bonusnya di malam hari saja, caranya ? pakai selular yang memberikan layanan tarif flat untuk semua waktu ditambah dengan dukungan jangkauannya yang luas, mudah tersambung, tidak mudah putus, serta bersuara jernih.. karena urusan bisnis mewajibkan karakter kualitas selular yang cepat dan jelas dalam berbicara. Mhh… apalagi suaranya rada-rada mirip Mansyur S. mungkin bisa lebih syahdu yach ? Dan lagi…!! Untuk urusan bisnis, sepertinya tidak begitu pantas menggunakan prabayar, pasca bayar cocoknya.. Nah untuk yang punya TTM (Teman-Teman Mesra, mxd-nya temannya banyak…) di luar negeri atau luar kota sana, pilih yang sudah mempunyai jangkauan yang benar-benar luas dengan jaminan suara jernih dan cepat tersambung (juga!?) serta untuk sambungan ke luar negeri, dibutuhkan operator selular yang sudah mempunyai perjanjian kerja sama dengan operator selular di luar negeri. Nah akhirnya untuk yang doyan begadang sampai begading.. pilihan tarif murah paket tengah malam sampai subuh yang cocoknya. Sepuas-puasnya… bahkan bisa sampai geratis sampai subuh…dan puassss dech….. !?? loch?!
Kedua; karena anda adalah konsumen jadi apa yang diprioritaskan perusahaan selular jika bukan memuaskan konsumennya. (nah.. urusan kepuasan lagi dech..!) maksudnya layanan konsumen dari perusahaan selular harus benar-benar bisa membantu mengatasi masalah yang dihadapi konsumennya. Ya… kalau bukan dengan yang punya produk dengan siapa lagi konsumen bertanya ? masa dengan satpam sebelah kantor …? Ketiga; untuk iklan-iklan selular dengan maksud apapun jangan langsung dipercaya bulat-bulat, cobalah untuk bersikap lebih kritis. Teliti dahulu maksudnya… seperti saya ungkapkan sebelumnya, teliti dan fahami dahullu tulisan kecilnya. Memang jika iklannya di media cetak seperti koran sih.. bisa dibaca dan diteliti.. kalau diiklan di tipi agak susah.. bagian peringatannya sudah hurufnya kecil-kecil jeda waktunya tidak cukup meski hanya untuk membaca tiga kata pertamanya saja. Keempat; ini sangat penting, sesuaikan penggunaan kartu selularnya dengan kemampuan kantong kita. Meski fasilitasnya banyak, kecepatan download kontennya tinggi, tri-jinya mudah, tidak pernah putus di jalan tidak akan banyak manfaatnya kalau tidak mampu membayarnya. Keenam; perhatikan waktu kadaluarsa kartunya, biasanya kalau kepalang hemat pulsa, (biasanya type orang yang doyan miskol-miskol doank –engga mau nelpon maunya ditelpon doank…) orang type seperti ini malah bisa “dikerjain” oleh henpon-nya sendiri. Bagaimana engga ? make jarang, pulsa banyak, nah loh tapi waktu kadaluarsa tinggal 1 hari lagi..? dihabisin pulsanya harus diisi lagi, engga dihabisin percuma juga masa tenggangnya sudah di depan mata. Itu juga diisi lagi dengan jumlah pulsa yang agak banyak biar waktu tenggangnya bisa rada-rada lama lagi. Bingung.. akhirnya keluar dech omongan “ lo kalau mo telpon pake aja hape gw neh, masih banyak pulsanya kok.. cman kalo mo pake buruan jangan lama-lama… “ mmmhh bisa jadi. Yang terakhir adalah yang ketujuh; bagi yang hobi ganti-ganti kartu selular hanya karena paket diskon yang ditawarkan perusahaan selular anda sebaiknya dihentikan. Nomor telepon adalah indetitas atau tanda pengenal unik berupa nomor, jika nomor anda berubah-rubah sudah dapat dipastikan pribadi penggunanya juga sering berubah-ubah. Dan lagi, jika akan dihubungi karena ada kepentingan yang mendesak bagaimana cara menghubunginya ? jika banyak nomor ?? berbeda jika misalnya ada 25 perusahaan kartu selular, masing-masing dimiliki berikut dengan pesawat selularnya, itu beda lagi –meski banyak nomor jelas pasti bias dihubungi. Kedelapan ; jangan pernah menggunakan kartu diskon untuk pesawat seluler anda, karena bagaimana pun juga anda bukan termasuk orang yang bodoh kan ? ya iya lahhh masa pakai kartu diskon ?!!! tetap saja tarifnya tidak akan didiskon…
Pasti-pastinya murah menjadi pilihan pertimbangan kita untuk membeli sesuatu, tapi bagaimana jika murah itu tidak diikuti dengan fasilitas yang diharapkan. Akan menjadi murahnya itu karena murahan kan ?

Thanks for reading & sharing Mang Udung Gaya

Previous
« Prev Post

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts