Home » » Unstable!

Unstable!

Posted by Mang Udung Gaya on 31 Maret 2006

Engga nyambung kali yach, bingung dengan judul keburu ilang mood ngetik nich.
Di awali dengan semalam, balilk dari warnet jam 12-san udah ditungguin sama temen, rencana ada meeting dadakan. Rumahnya engga jauh seh, depan warnet agak ke dalem trus belok kiri. Bertiga meeting untuk mengawali usaha online, istilah kerennya "Bisnis Export Import" katanya seh, mendukung perekonomian Indonesia, dengan mengeksport barang ke luar negeri. Berhubung saya sendiri engga ada background di bidang itu, saya hanya manggut-manggut pasang wajah "bego" sok serius. Padahal udah lirik-lirik jam menunjukan waktu 01:24 Pagi. Istri udah telpon tadi, sempet panik takutnya si "Demplon" (vespa) mogok lagi.

Pokok pembahasan udah berat banget, entah apa maksudnya. Yang jelas ini urusan serius, bukan lagi urusan iseng atau sekedar hobby -bahkan menyangkut masa depan (busyet!) Saking beratnya ini urusan, Edi temenku udah manggut-manggut ngantuk. Sementara si Mas Gondrong sebelahku masih semangat, meski perhatiannya kadang tertuju pada berita tengah malam di televisi. (Sori pak lupa nyatet namanya semalem). Acara berakhir sampe jam 02:55, hampir jam 3 pagi man ! Ntar di jalan pasti aku saingan sama orang-orang yang hendak ke pasar induk Ciroyom.

Abis pamitan aku keluar menuju si "demplon" sempat kulirik ada benda bewarna merah"ngejrenk" di pinggir rumah. Keren, Vespa Super th. 65 dengan body berwarna merah bgt, tampak mulus dan kumplit, Original Style lah..

Sesudah keluar dari jalan kecil, belok kanan ke jalan Lamping, warnet masih nyala- ada beberapa user sedang asik pijit2 tombol kibor. Memasuki jalan Cipaganti dekat POM Bensin kemudian belok kiri menuju jalan Setiabudi, idiiihh... sepi bgt! Pom bensin aja udah tutup, sama sekali engga ada kehidupan, cuma angin semilir belai tengkuk ku, tambah suasana makin aduhai seremnya. Ugh apaan tuh di pinggir jalan ? kek putih-putih.. yihaaaa!!! aku genjot si "demplon" pada kekuatan maksimal, tapi setelah "benda putih" itu terlewati ternyata itu orang beneran yg sedang telpon di pinggir jalan sambil duduk di atas motornya. hihihihi asem... bikin sport jantung aja.

Masuk ke Jalan Setiabudi keadaan masih sepi. trus ke arah Pertigaan Gandok, ada beberapa tukang ojek sedang asik nongkrong di depan api unggun -sebagian lagi semaput di atas jok motornya. Aduh, lampu merah, bisa aja seh diterobos aja, tapi naluri bilang, mending 'brenti aja tunggu sampe lampu ijo, engga lama kok. Selang beberapa menit, ada yang nemenin neh ! sama-sama nunggu lampu ijo nyala. Pandangan terus aja kedepan, sesekali melirik lampu hijau. Kok lama sekali ya? wah,... jadi inget sama cerita horor-nya kang Agus, yang dikerjain sama hantu. Ceritanya begini; Kang Agus entah pulang dari mana, yang jelas saat itu dini hari jam 02:00 WIB, di perempatan Gazeebo nunggu lampu ijo nyala bersama beberapa motor dan mobil lainnya. Kebiasaan kalau jam segini narik gas rada-rada rajin, soalnya jalanan sepi trus emang pengen buru-buru sampe ke rumah. Awalnya tidak menarik perhatian Kang Agus ketika salah satu motor bebek di pinggirnya, tancap gas mirip suasana balapan motor. Wah, semangat balapan muncul lagi. Ketika lampu hijau menyala, Kang Agus langsung tanjap gas, mirip balapan. Ya, cman berdua seh -Kang Agus dengan pengendara bebek di sampingnya.

Sampai di perempatan Simpang Dago, Kang Agus kaget -kok saingannya udah ada di depan, sedang menunggu lampu hijau menyala. Tidak mau ambil pusing, langsung ambil posisi di sampingnya. Balapan pun dimulai, sampai pada pertigaan Gandok, dari arah Siliwangi ke Cihampelas boleh belok kiri langsung. Kang Agus nungguin di Jalan Cihampelas tidak jauh dari pertigaan. Karena pada saat ini, Kang Agus yang pertama sampai di sana. Posisinya membelakangi pertigaan, setengah membalikkan badan -terdengar suara raungan motor si pengendara. "Wah udah nongol neh orang" Siap-siap posisi gigi mesin masuk ke nomor2, kopling udah disiapkan. Akhirnya yg ditunggu muncul, ketika si pengendara misterius itu hendak melewati posisi Kang Agus, mendadak suara itu hilang, bener-bener hilang, engga ada asap engga ada suara -langsung sepi! Logikanya posisi Kang Agus membelakangi pertigaan, dengan setengah badan diputarkan ke arah kiri, menunggu si pengendara muncul, ketika muncul si pengendara tsb, Kang Agus langsung memalingkan badannya ke depan. Harusnya, si pengendara ini muncull di sebelah kanan Kang Agus. Ini malah engga ada, padahal jelas tadi beloknya ke kiri searah dengan motornya. Tidak tunggu ba-bi-bu lagi, seperti balapan motor pada putaran akhir, motor Kang Agus di-"geber" abis-abisan, sampai rumah....

Nah, itu pertigaan ini ! Sama-sama malem jumat lagi!

Beginilah nasib kalau sering denger cerita serem, apalagi kalau sudah memasuki daerah Babakan Siliwangi, sebelah SABUGA. wiiiww,,,!! serem abis bok! lepas jembatan kan pohonnya gede-gede. Kalau malem udah dech, mirip segment acaranya "NightMare Sight" amit-amit dah! untungnya meski takut, masih bisa tabah trus tidak panik.
Sampai rumah jam 03:12 WIB, akhirnya..... kapok ah! engga lagi-lagi pulang sampe jam segini. Ternyata ketakutan terbesarnya adalah cara menghadapi rasa takut itu sendiri.... hehehehe.

Thanks for reading & sharing Mang Udung Gaya

Previous
« Prev Post

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts