Home » » Kemarin jam 1 siang

Kemarin jam 1 siang

Posted by Mang Udung Gaya on 09 September 2004

Sambil nunggu proses download user pics dari album-nya #wew, enaknya ngapain yach ? di channel sedang sepi. Nunggu balasan dari BBV lom nongol juga. Sesuai rencana hari ini mau update situs-nya wew. Engga apa-apa jelek juga yang penting ada. Stock Gmail dah abis, dari google dapet jatah 12 biji dah abis semua, terakhir di invite ke email-nya mr. Obenk
/---
Hari ini masih malas-malasan juga, semalam tidur jam 3:30 -makanya hari ini masih ada sisa ngantuk. Kepala masih agak berat. Air dingin di bak mandi blom bisa mem-fresh-kan badan. Sebenarnya ada beberapa kerjaan hari ini yang bisa bikin sibuk suasana, tapi dasar emang lagi malas aja. Dengan alasan kerjakan satu-satu biar lebih diperhatikan dan hasil kerjaannya tidak asal dech aws.
/---
Secuil cerita sedih kemarin datang sekitar pukul 1 siang. Ada sodara datang mo minta bantuan pinjam dana -dengan sangat menyesal bulan-bulan terakhir ini tidak ada penghasilan yang menonjol. Jadi engga enak juga ngasih taunya. Emang engga dalam jumlah gede-gede banget sech, cman kalo emang sedang kosong mau apa yang dikasihin ? Jadi inget ama beberapa kawan yang masih ada urusan keuangan. Kalo dijumlahkan sih lumayan banyak, bisa buat beli 1 unit motor cina ! Yang bikin engga enak nya (lagi-lagi engga enak..) doi semua pada sok diem aja alias cuek. Masa harus meminta-minta ? sedangkan itu kan hak pribadi saya. Susah memang, pas waktu dulu aja ngobral kata segudang janji. Gimana lagi orang namanya sama teman.

Di sisi lain, ada hal yang bisa disimpulkan dalam perkara ini. Memang semua itu ada hikmahnya. Asalkan kita bisa intropeksi diri sendiri. Dalam hal ini ego dan sombong harus ditekan semaksimal tidak sama dengan hal biasanya. Balik lagi dengan cerita jam 1 siang tadi:
Dia datang dengan anak-nya yang masih kecil, dengan wajah sudah terlihat capek bercampur dengan keringat. Ku sodorkan dulu minuman dingin. Saya tahu dia tidak akan meminta. Hanya saja wajah kecil yang digendongnya membuat saya teringat dengan si kecil di rumah. Akhirnya dia berkata, suaminya 1 bulan ini berhenti berdagang karena penyakit maag-nya yang sudah akut kumat, sampai tidak bisa berdiri hayang tidur saja. Dan anaknya yang nomor satu terkenal tipes. Hari ini dia bercerita sebelum datang ke tempatku ini, dia sedang mengajukan Bea Siswa dari sebuah yayasan yang bekerja sama dengan negara asing. Program ini diadakan 4 tahun sekali, jadi kalo dia tidak dapat jatah tahun ini, harus menunggu 4 tahun lagi. Dengan catatan kalo semua persyaratannya diterima.

Sepulang dia, kutatap langkahnya dari kejauhan. Hati merasa miris dan tak berguna. "Wrong time at the wrong places.." tak ada hal lainnnya. Saat itu tak ada yang bisa menghiburku dari perasaan ini. Semuanya seperti biasa. Siang yang panas dan berdebu. Sosok itu menghilang ditikungan jalan tepat di depan bangunan ku berdiri. Ah, kasihan ... ma`af hanya saja, aku tak bisa berbuat banyak untuk dia.

//Downloading ...... 30%
masih lama, jumlahnya memang banyak, user pic wew semasa berjayanya dahulu. ada sekitar 8 mega lebih.


Kantukku masih terasa oleng.

Thanks for reading & sharing Mang Udung Gaya

Previous
« Prev Post

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts