STOP DRAMA: SAYA BERDIRI DI TEPIAN DAN SAYA TIDAK BUTUH ANDA!

 menolak dikasihani

Disklaimer: ini hanya cerita fiksi semata 

Berhenti menatap saya seolah-olah saya adalah korban kecelakaan yang butuh dikasihani! Saya sudah muak dengan tatapan mata kalian yang sok prihatin itu, seolah kalian lebih tahu rasa sakit saya daripada saya sendiri. Saya berdiri di tepian ini bukan karena butuh tangan kalian yang gemetar untuk menarik saya kembali. Pergi saja dari sini sebelum saya benar-benar kehilangan kendali dan menyeret kalian ke dalam kekacauan ini juga!

Jangan berani-berani mengeluarkan satu kata pun tentang betapa "hebatnya" saya karena sanggup bertahan meski babak belur. Kalian pikir ini pilihan? Kalian pikir saya menikmati setiap detik saat tulang saya remuk oleh beban yang kalian sendiri tidak akan sanggup angkat? Pujian kalian itu sampah, cuma cara murahan agar kalian merasa lebih baik setelah menonton penderitaan orang lain dari kejauhan!

Saya tahu saya tidak baik-baik saja, tidak perlu kalian ingatkan terus-menerus dengan nada bicara yang dibuat-buat lembut itu. Saya sedang hancur, saya sedang berantakan, dan saya tidak butuh validasi dari siapa pun tentang kerusakan ini. Biarkan saya berada di sini dengan segala luka saya tanpa harus mendengar ceramah moral tentang cara "sembuh" yang kalian baca dari artikel sampah.

Tahu tidak apa yang paling memuakkan dari semua ini? Saya harus memaksakan senyum natural di depan muka kalian semua supaya kalian tidak merasa terganggu. Saya harus berakting seolah dunia saya masih berputar normal padahal di dalamnya sudah kiamat berkali-kali. Itu melelahkan, dan saya sudah berada di titik di mana saya ingin merobek topeng ini tepat di depan mata kalian yang munafik!

Saya tidak butuh pelukan, saya tidak butuh dicarikan jalan keluar, saya hanya butuh kalian semua pergi dan memberi saya ruang! Sedikit saja waktu tanpa suara bising dari nasihat-nasihat bodoh yang sama sekali tidak relevan dengan apa yang saya hadapi. Kenapa begitu sulit bagi kalian untuk mengerti bahwa kesunyian adalah satu-satunya hal yang tidak akan membuat saya meledak saat ini?

Saya sedang menahan diri agar tidak melakukan hal-hal gila yang akan saya sesali seumur hidup, jadi jangan provokasi saya dengan rasa kasihan kalian. Setiap kali kalian mencoba "membantu", kalian justru menambah tekanan di kepala saya yang sudah hampir pecah ini. Saya butuh jarak, bukan campur tangan yang hanya akan membuat api di dalam diri saya semakin berkobar besar.

Kalian ingin tahu kenapa saya masih di sini? Karena saya cukup waras untuk tidak membiarkan kehancuran saya merugikan orang lain, tapi kesabaran saya ada batasnya. Jangan paksa saya untuk meledak hanya karena kalian merasa punya hak untuk mengintervensi hidup saya. Pergi sekarang juga sebelum saya benar-benar berhenti peduli pada konsekuensi dari apa yang akan saya lakukan nanti!

Dan yang paling menjijikkan, kalian masih berani datang membawa sampah-sampah emosional kalian ke hadapan saya! Di saat saya bahkan tidak bisa berdiri tegak, kalian masih menuntut saya untuk mendengarkan drama-drama kecil hidup kalian yang tidak ada artinya itu. Tapi silakan, tumpahkan saja semua curhatan sampah kalian sampai saya tenggelam sekalian di dalamnya.

Sini, bawa semua keluh kesah kalian, semua aduan bodoh tentang masalah sepele yang kalian anggap kiamat itu! Saya masih punya ruang, bukan karena saya peduli, tapi karena saya sudah terlalu mati rasa untuk merasa keberatan. Saya akan jadi tempat sampah kalian, tapi jangan harap saya akan memberikan solusi atau empati yang kalian cari-cari.

Saya tidak anti kritik, jadi silakan maki-maki saya, katakan betapa anehnya saya yang memilih berdiri di tepian ini sendirian. Saya sudah mendengar semua jenis penghinaan di kepala saya sendiri, jadi kata-kata kalian tidak akan memberikan efek apa-apa. Tumpahkan saja semua kemarahan kalian pada saya jika itu membuat kalian merasa menjadi manusia yang lebih suci.

Waktu saya masih banyak, silakan gunakan untuk mengeluh sampai mulut kalian berbusa, saya tidak akan pergi ke mana-mana. Saya akan duduk di sini, mendengarkan setiap detail penderitaan kalian sambil menahan keinginan untuk berteriak di wajah kalian masing-masing. Ini adalah bentuk hukuman yang saya jalani, jadi jangan merasa kalian sedang melakukan saya sebuah kebaikan.

Lucu sekali melihat bagaimana kalian merasa menjadi "pahlawan" hanya dengan mendatangi saya yang sedang di titik nadir ini. Padahal kalian cuma sekumpulan penonton yang haus akan drama orang lain agar bisa merasa hidup kalian tidak terlalu menyedihkan. Berhenti berakting seolah kalian peduli, karena kita semua tahu kalian hanya takut pada bayangan kegagalan kalian sendiri.

Saya berdiri di tepian ini karena kesalahan saya sendiri, karena keputusan-keputusan bodoh yang saya ambil dengan penuh kesadaran. Saya tidak menyalahkan Tuhan, saya tidak menyalahkan nasib, dan saya pasti tidak butuh kalian untuk memaafkan saya! Saya memeluk kegagalan ini erat-erat karena hanya inilah satu-satunya hal yang benar-benar milik saya tanpa campur tangan kalian.

Kesalahan saya adalah tetap tinggal di sini terlalu lama, membiarkan diri saya menjadi wadah bagi orang-orang egois seperti kalian. Saya sudah terlalu lama memberikan ruang bagi kesedihan orang lain sementara rumah saya sendiri sedang terbakar habis. Dan sekarang, saat saya butuh tenang, kalian justru datang membawa bensin dengan kedok rasa simpati.


 Volume +Up 

Jadi, untuk terakhir kalinya, tutup mulut kalian dan pergilah dari hadapan saya sebelum kesabaran saya habis total! Saya akan tetap berdiri di tepian ini sampai saya memutuskan sendiri kapan saya harus beranjak atau jatuh sekalian. Jangan ada yang mencoba mendekat, jangan ada yang mencoba bicara, biarkan saya sendiri dengan kemarahan saya yang sah ini!


Photo by Chirayu Trivedi on Unsplash

Hatur nuhun...

Lebih baru Lebih lama