ADALAH PENJARA YANG MEMBELENGGU

Kenangan bersamamu adalah pisau bermata dua,
Menusuk hati dengan lembut, menguliti jiwa perlahan.
Kesedihan menjelma badai, meluluhlantakkan logika,
Meninggalkan aku terdampar di pantai sepi tanpa arah.
Kau adalah hujan di tanah yang tandus,
Menghidupkan bunga-bunga harapan yang rapuh.
Namun, usai reda, kau bawa pelangi itu pergi,
Menyisakan petang yang tak mengenal pagi.

Kini, waktu adalah penjara yang membelenggu,
Setiap detiknya melarutkan akal dalam rindu.
Aku bertanya pada bintang, adakah arti tanpamu?
Namun jawabannya hanyalah bisu yang menyayat kalbu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hingga Detik Terakhir Berdenyut- Sebuah Surat Cinta untuk Burnout

Sekali lagi artikel yang unik menjadi pemenangnya

MENTAL BAJA BUKAN BERHENTI MENJADI MANUSIA

Google Hack Search Engine

ANTARA SELAT HORMUZ, WAYLAND UBUNTU 7, KEGAGALAN INVASI MONGOL DI TANAH JAWA, DAN KEKHAWATIRAN MINYAK DUNIA MENCAPAI 100 DOLAR

BERAPA BANYAK PELAUT YANG BISA NAHAN BUANG AIR KECIL SELAMA 19 JAM ?

OBSESI MEMBUAT ORANG PATAH HATI TERSENYUM

MENGAKUI DOSA PADA KETULUSAN, BUTUH KEBERANIAN SEBESAR APA ?

JEJAK DIGITAL KITA YANG TERBUKA LEBAR

Kekuatan Tidak Datang dari Langit