Dia berhak hidup

Manusia tidak bisa mengatur Hidup, Mati, Jodoh, dan Rejeki. Apalagi jika seorang manusia memutuskan untuk mengakhiri hidup orang lain. Atas nama kesusahan dalam rejeki, manusia mengajukan/meminta sebuah lembaga untuk mengakhiri hidup orang lain. Dimana orang lain itu adalah orang yg pernah dia berikan janji sehidup dan semati. Dia juga berhak untuk hidup. Apa hak-nya bertindak sebagai Tuhan ? Jika memang Tuhan meminta hambanya untuk kembali kepada-Nya tidak untuk saat ini ? Dia berhak untuk hidup. Dia berhak untuk menyaksikan anaknya yg baru saja dia lahirkan untuk tumbuh dan besar....


ket.
Laporan berita di Tv swasta sore hari, tentang seorang suami yang mengajukan suntikan mati untuk istrinya, karena penyakitnya yg membuat koma selama 4 bulan dan tidak mempunyai biaya untuk biaya pengobatan. Sementara pemerintah masih, "berpesta" dengan Pimpinan dan Wakil Pimpinan-nya yg baru, tak ada perhatian. Selama ini biaya pengobatan diberikan oleh karena simpatik masyarakat sekitar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hingga Detik Terakhir Berdenyut- Sebuah Surat Cinta untuk Burnout

Sekali lagi artikel yang unik menjadi pemenangnya

MENTAL BAJA BUKAN BERHENTI MENJADI MANUSIA

Google Hack Search Engine

ANTARA SELAT HORMUZ, WAYLAND UBUNTU 7, KEGAGALAN INVASI MONGOL DI TANAH JAWA, DAN KEKHAWATIRAN MINYAK DUNIA MENCAPAI 100 DOLAR

BERAPA BANYAK PELAUT YANG BISA NAHAN BUANG AIR KECIL SELAMA 19 JAM ?

OBSESI MEMBUAT ORANG PATAH HATI TERSENYUM

MENGAKUI DOSA PADA KETULUSAN, BUTUH KEBERANIAN SEBESAR APA ?

JEJAK DIGITAL KITA YANG TERBUKA LEBAR

Kekuatan Tidak Datang dari Langit